Latest Article Get our latest posts by subscribing this site
Tune Up
Posted by Unknown
Posted on 01.13
with No comments
TUNE UP SEPEDA MOTOR
Pengertian :
Setiap sepeda
motor yang dioperasikan, pada akhirnya akan mengalami suatu keadaan dimana bagian-bagian
dari sepeda motor tersebut (mesin,
transmisi, rangka, dsb) mengalami kelelahandan keausan sehingga mengurangi kinerjanya,
diantaranya : tenaga mesin menurun, akselerasi lambat, bahan bakar boros, dan
kemungkinan kerusakan berlanjut/merembet
terhadap kerusakan komponen yanglainnya. Apabila kondisi tersebut tidak ditanggulangi
melalui perawatan berkala kendaraan,
maka kondisi tersebut akan meningkat ke
arah kerusakan komponen
yang bertambah parah dan membutuhkan dana yang cukup besar untuk mengembalikan sepeda motor
pada kondisisemula. Tune
up merupakan
kegiatan perawatan berkala pada sepeda motor, dimana kegiatan ini meliputi :
A.
Memeriksa bagian-bagian sepeda motor
untuk memastikan bagian
tersebut masih berfungsi sebagaimana
mestinya.
B.
Membersihkan bagian yang kotor agar
kotoran yang ada tidak
merusak sistem.
C.
Menyetel bagian yang berubah agar
sesuai dengan spesifikasinya.
D.
Memperbaiki/mengganti komponen yang
rusak/aus.
1.
Diharapkan dengan dilakukannya tune upberkala dengan baik, maka
akan diperoleh :
1) Usia komponen/kendaraan lebih lama
2) Konsumsi bahan bakar lebih ekonomis
3) Tenaga mesin optimal
4) Kadar polusi/emisi gas buang kendaraan lebih
rendah.
2.
Prosedur Tune UpSepeda Motor
Uraian rangkaian
kegiatan yang dilakukan setiap melaksanakan tune up
sepeda motor
adalah sebagai berikut :
1) Bagian Mesin
a) Memeriksa dan mengganti
oli pelumas mesin
b) Membersihkan saringan
udara
c) Membersihkan saringan
bahan bakar
d) Memeriksa dan menyetel
busi
e) Membersihkan karburator
f) Menyetel katup
g) Menyetel campuran bahan
bakar/putaran mesin
h) Menyetel kebebasan
kopling
2) Bagian Kelistrikan
a) Memeriksa dan merawat baterai
b) Memeriksa fungsi kelistrikan (bel, lampu tanda belok, lampu kepala, lampu rem, lampu indikator)
3) Bagian Chasis
a) Memeriksa dan menyetel
gerak bebas rem
b) Memeriksa, merawat dan
menyetel gerak bebas rantai roda
c) Memeriksa kekocakan poros
kemudi
d) Memeriksa kondisi ban
dan menyetel tekanan angin ban
e) Memeriksa
dan mengencangkan baut-baut pengikat (baut rangka, baut pengikat mesin, tuas starter,
tuas transmisi, dsb)
3. Uraian
Pelaksanaan Tune Up Sepeda
Motor
1) Bagian Mesin
a) Memeriksa dan mengganti
oli pelumas mesin
Pemeriksaan
jumlah oli pelumas mesin melalui
stickoli, jumlah/tinggi
permukaan oli harus berada di antara tanda
batas atas
dan batas bawah pada stickoli.
![]() |
| Gambar 1. Memeriksa Pelumas Mesin |
Oli pelumas harus
diganti apabila :
(1) Kekentalan/viskositas
rendah/encer
(2) Jumlah oli kurang
(3) Warna oli berubah
drastis/jarak tempuh sudah terpenuhi.
Oli pelumas mesin
sepeda motor mempunyai SAE 20W/50 dengan API SE/SF. Jumlah oli 0,8 – 1,5 ltr,
tergantung spesifikasi motornya.
Saat melakukan pembongkaran ataupun turun mesin, jumlah oli yang diisikan ditambah 20% dari
jumlah penggantian oli
pada kondisi normal. Misalnya pada saat penggantian oli normal 0,8 ltr, maka saat turun mesin
oli pelumas diisi kembali sebanyak
1 ltr.
b) Membersihkan saringan
udara
Terdapat dua
jenis saringan udara yang digunakan pada sepeda
motor, yaitu :
(1) Saringan udara tipe kertas, dan (2)
Saringan
udara tipe
busa/spon.
(1) Saringan
udara tipe kertas
Saringan udara
tipe kertas yang kotor cukup dibersihkan saja, namun apabila elemen saringan telah tersumbat
maka saringan
harus diganti. Cara pembersihan saringan udara tipe kertas adalah dengan menggunakan udara
bertekanan, semprotkan
udara bertekanan dari arah berkebalikan
dengan arah
aliran udara kerja masuk ke silinder.
(2) Saringan
udara tipe busa (spon)
Saringan udara
tipe spon dapat dibersihkan dengan cara dicuci menggunakan cairan pembersih yang tidak
mudah terbakar,
kemudian diperas dan dikeringkan (cara memeras tidak boleh dipuntir, cukup ditekan pada kedua
telapak tangan
atau di genggam/dikepal kencang, agar elemen saringan udara tidak sobek/rusak). Setelah
kering, elemen saringan udara direndam dalam minyak
pelumas kemudian diperas
lagi untuk membuang kelebihan minyak dalam elemen saringan udara.
c) Membersihkan saringan bahan bakar
Saringan bahan
bakar yang kotor dapat dibersihkan dengan udara bertekanan, namun apabila telah
tersumbat maka saringan bahan
bakar harus diganti. Cara pembersihan saringan bahan bakar adalah dengan cara menyemprot
elemen saringanbahan bakar
menggunakan udara bertekanan. Arah semprotan
udara berlawanan
dengan arah aliran bahan bakar supaya semua kotoran terbuang keluar.
a. Saringan Kasa
Pada Karburator b. Saringan Pada Saluran
d) Memeriksa dan menyetel busi
Melepas busi,
kemudian memeriksa kondisi busi dari :
(1) Keretakan insulator, busi dengan insulator
yang retak/pecah tidak
layak digunakan dan harus diganti.
(2) Memeriksa keausan ujung elektroda, apabila
ujung elektroda telah
aus busi harus diganti.
(3) Memeriksa kondisi pembakaran di dalam ruang
bakar dengan
memeriksa warna hasil pembakaran pada busi.
Keterangan :
1. Normal : Ujung insulator dan elektroda berwarna
coklat atau abu-abu. Kondisi mesin
normal dan penggunaan nilai panas busi yang tepat.
2. Tidak Normal : Terdapat kerak berwarna putih
pada ujung insulator dan elektroda akibat kebocoran oli pelumas ke ruang bakar
atau karena penggunaan oli
pelumas yang berkualitas rendah.
3. Tidak Normal : Ujung insulator dan elektroda
berwarna hitam disebabkan campuran
bahan bakar &
udara terlalu kaya atau kesalahan pengapian. Setel ulang, apabila tidak ada perubahan
naikkan nilai panas busi.
4. Tidak Normal : Ujung insulator dan elektroda
berwarna hitam dan basah disebabkan kebocoran oli pelumas atau kesalahan
pengapian.
5. Tidak Normal : Ujung insulator berwarna putih
mengkilat dan elektroda meleleh disebabkan
pengapian terlalu maju atau overheating. Coba atasi dengan menyetel ulang sistem pengapian,
campuran bahan bakar & udara ataupun sistem pendinginan. Apabila tidak ada
perubahan, ganti busi yang
lebih dingin.
Sumber : vonnysuhendra.blogspot.com




























